“Merilis karya dalam format vinyl adalah pengalaman yang wajib dirasakan setidaknya sekali dalam hidup,” ujar Dito, vokalis The Jems. Setelah merilis album ‘Malah Petaka’, The Jems sempat menghilang dari dunia musik anak muda. Namun, mereka kembali mengejutkan dengan merilis vinyl 7 inch untuk mini album terbaru mereka ‘We Owe You Nothin’.

‘We Owe You Nothin’ adalah mini album The Jems yang ditujukan untuk para penggemar mereka yang telah lama menunggu karya baru. Menurut The Jems, EP ini adalah jawaban atas pertanyaan dari penggemar tentang kapan mereka akan merilis karya lagi. Mereka menganggap pertanyaan ini sebagai “kewajiban” dan “utang” kepada para penggemar. Album ini dirilis tanpa tekanan deadline, ekspektasi penggemar, tren pasar, atau batasan genre.

“Kami merasa seperti, ‘kami tidak punya utang pada kalian tapi kalian terus menagih’. Kami benar-benar merilis materi ini atas keinginan kami sendiri. Oleh karena itu, materi dalam mini album ini sangat beragam dan tidak mengikuti ekspektasi siapapun. Dari lagu dengan drum ala lagu nasional sebagai pembuka, musik pop dengan broken piano di track kedua, hingga dua lagu hardcore setelahnya. Intinya, isi mini album ini benar-benar apa yang kami inginkan, bebas dari deadline, ekspektasi pendengar, tren pasar, atau batasan genre,” jelas Dito.

Jangan Lupa Baca Juga : Nadin Amizah Temukan Bahagia Di Musik Video “Di Akhir Perang”

Dalam proses pembuatan mini album yang sepenuhnya ditulis oleh Dito, ia mengaku sangat terpengaruh oleh album ‘Instrument’ dari band post-hardcore Amerika, Fugazi. “Secara nuansa, gue banyak terinspirasi oleh ‘Instrument’ dari Fugazi. Keren aja, band yang liar tapi tidak sembarangan,” ujar Dito.

The Jems terdiri dari Ijal (Bass), Kesid (Gitar), Dito (Vokal), dan Fikri (Drum). Fikri baru bergabung satu hari sebelum acara ‘Tur Pra-dengar’ The Jems setelah drummer pertama mereka, Didit, memutuskan untuk keluar. Pengerjaan mini album ‘We Owe You Nothin’ memakan waktu sekitar 4 bulan dan dirilis pada 20 April 2024.

Dito mengaku sempat takut merilis karya baru setelah kepergian Didit. “Sejujurnya, gue agak takut membuat sesuatu lagi dengan The Jems setelah Didit pergi. Takut soulnya berubah, karena kita tidak bisa bohong bahwa Didit adalah teman baik kita, dan band ini berdiri atas dasar pertemanan. Jadi, kehilangan Didit terasa sangat berat,” ungkap Dito.

“Album ini sebenarnya diciptakan untuk memperkenalkan bentuk dan bagaimana The Jems yang baru setelah Fikri bergabung,” tutur Kesid. “Namun, materi-materi yang cepat dalam mini album ini benar-benar terasa nendang banget,” tambah Dito.

“Secara lirik, gue juga ingin jujur seperti di lagu ‘Kalian Memang Bodoh’. Gue secara gamblang kasih tahu apa yang kita suka dan biasanya kita lakukan bersama. Liriknya seperti ini, ‘Slank Belum Mati Masih Berkumandang, Tattoo Rock Petir Hormati Komunal, Sambangi Gigs Tuk’ Cari Referensi, Pagi Tertidur Lalu Mulai Lagi’,” sambung Dito sambil tertawa.

Secara sound, The Jems menghadirkan nuansa baru dalam karya-karya mereka. Dalam lagu ‘Kalian Memang Bodoh’ dan ‘Bang, Bang, Bang!’, mereka menggabungkan elemen seperti bass-line yang identik dengan musik reggae hingga solo gitar klasik yang kadang keluar secara tidak sengaja oleh Kesid. Lagu ‘Mars The Jems’ mengandung unsur musik marching band dan didapuk sebagai lagu kebangsaan resmi The Jems. Sementara itu, ‘We Owe You Nothin” adalah lagu pop-depresif dengan vokal ‘tak niat’ dan dentingan broken piano yang dimainkan seadanya.

The Jems menjual vinyl dengan harga HPP tanpa mengambil profit, agar kolega mereka tetap bisa menjangkau rilisan tersebut. Meski beberapa label menawarkan untuk merilisnya, mereka memilih self-release karena harga yang ditawarkan terlalu mahal untuk kolega mereka. ‘We Owe You Nothin” versi Vinyl 7” (Clear) resmi dijual pada 20 April 2024 dengan harga Rp. 235.000,00.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.